Speakout14

  • 01:49:44 pm on September 16, 2010 | 0
    Tag:, , ,


    Kalau Dewan Perwakilan Rakyat melakukan studi banding ke Afrika Selatan tentang praja muda karana (pramuka) dikarenakan agar pramuka kita menjadi lebih baik dari waktu sebelumnya. Pramuka Indonesia dianggap sebagai organisasi bentukan zaman Orde Baru, waktu zaman kekuasaan (Alm) HM Soeharto.

    Tapi, kenyataannya Pramuka lebih maju ketimbang pelajaran ekstrakulikuler Palang Merah Remaja (PMR). PMR memang bentukan lain organisasi yang baru berkembang pada anak usia 13 tahun ke atas. Paling PMR hanya sampai kelas 3 Sekolah Menengah Pertama, yakni usia 16 tahun. Jarang ada Sekolah Menengah Atas yang masih menjadikan PMR sebagai pelajaran ekstrakulikuler. PMR, dianggap sebagai kepanjangang tangan daripada Palang Merah Indonesia, sementara Pramuka sebagai kepanjangan tangan dari sipil-militer atau biasa dikenal dengan semi-militer.

    Dirasakan banyak sekali manfaatnya kepada masyarakat akan keberadaan Pramuka ini. Ketimbang PMR, yang selalu bergelut membantu orang kecelakaan, dan bencana alam, aktivitas Pramuka sangat umum dan di setiap kegiatan yang melibatkan orang banyak atau masyarakat umum, organisasi yang mempunyai anggotanya orang dewasa lebih dari 1 juta orang–Pramuka selalu ada.

    Saya pernah melihat Pramuka yang membantu kesibukan Polisi Lalu Lintas di perempatan jalan di selatan Jakarta. Pramuka dengan bermodal seragam kebesarannya serta pluitnya yang khas membantu polantas menertibkan para pengguna jalan agar lalu linta menjadi lancar. Pada waktu itu menjelang lebaran. Tak hanya itu, Pramuka juga membantu menertibkan spanduk-spanduk yang liar di pinggir jalan dan mengganggu pemandangan.

    Dengan bhaktinya Pramuka kepada masyarakat jangan lalu dijadikan senjata untuk “jalan-jalan” ke Afrika Selatan. Saya bersyukur bahwa DPR baru ini memikirkan Pramuka dengan membuat Panja RUU Pramuka. Rencananya 20 orang anggota DPR akan melakukan studi banding ke Afsel.

    Produk Orba

    Jika memang dianggap produk Orba, Pramuka bukan hanya satu-satunya program Orba yang bermutu dan masih digunakan hingga sekarang. Keluarga Berencana, program BKKBN, agar dapat dikendalikan pertumbuhan penduduk dan (diusahakan) seimbang dengan pertumbuhan perekonomian per kepala keluarga–ini sempat dirasakan bermanfaat dan sangat bermanfaat bagi kehidupan yang layak.

    Bisa dibandingkan dengan saat ini setelah KB tidak lagi “booming”? Apa yang terjadi? Gepeng di mana-mana. PHK dimana-mana. Pekerja di bawah usia, dimana-mana. Dan sebagainya.

    Jadi, jangan beranggapa negatif dulu mengenai program yang pernah jaya pada masa kekuasaan mantan presiden (alm) HM Soeharto.

    Meski kini Pramuka sudah tidak sehebat dulu, tapi akan dimajukan kembali oleh DPR yang akan digodog dalam RUU Pramuka. Mudah-mudahan kita berharap ke depan Pramuka semakin maju seperti dulu kala, hmm..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: