Speakout14

  • 09:22:19 pm on September 15, 2010 | 1
    Tag:, ,


    Miris rasanya, setiap hari kita melihat isu dan topik yang dibolak balik dan anehnya, dalam keadaan bolak balik, kok ya langsung di tanggapi….walhasil semuanya ikut terbalik-balik. Ini persis kondisi pilot pesawat yang sedang mengalami ’spatial dis-orientation’…nah sang pilot yang sedang tidak bisa membedakan lagi mana atas, bawah, kanan, kiri, depan atau belakang kok ya ditanya…ya tentu saja semuanya tambah runyam.

    Topik yang lagi hangat, DPR berniat membangun gedung sendiri, senilai Rp. 1.7 T. Kenapa masif, ya karena setiap anggota DPR memerlukan 5 staf ahli, sehingga diperlukan 120 M2 ruangan per satu wakil rakyat. Hal ini kemudian menjadi perdebatan seru, dimana semua pihak ikut nimbrung, hajar kanan kiri, namun yang miris, hal-hal yang dihajar bukan sumber atau episentrum masalahnya, tapi hanya sekedar diseputaran peripheral.

    Kalau begitu, dimana sumber masalahnya? Sumbernya adalah, kenapa anggota DPR perlu 5 staf ahli? ini artinya si anggota sama sekali tidak ahli bukan? Lah ini dia, tidak ahli kok ya bisa mencalonkan diri? Siapa yang salah dan apa yang harus diperbaiki? Yang salah adalah sistemnya, yaitu demokrasi asal tancap, siapa saja boleh jadi anggota DPR tanpa ada seleksi kualitas. Akhirnya ya inilah warna kita, tukang sinetron, tukang tidur, dokter yang tak pernah praktek, politisi katrolan, ibu-ibu istri pejabat, komedian, preman, sarjana hukum yang pusing hukum, campur aduk masuk gedung DPR, mewakili kita. Sedih rasanya, jangan lagi kerja tepat guna, korupsi aja yang notabene cukup mudah kok ya pada ketangkep, bukan satu atau dua, tapi hampir 1 peleton ketangkep KPK semua, kapok deh.

    Marilah kita renung sejenak, ubahlah sistem perekrutan wakil rakyat. Kalau wakilnya berkualitas, kita tak perlu gedung, cukup ruang rapat paripurna, karena dengan teknologi digital modern, wakil rakyat harus dekat dengan konstituen dan bisa komunikasi dengan berbagai gadget multi media yang canggih, dari mana saja, any time, any where contribution.

    Jadi kesimpulannya, kalau seorang suami kepalanya pusing, mbok ya sang dokter jangan langsung memberi obat pusing, cari masalahnya dulu. Karena bisa jadi dikasih obat pusing malah muntah, karena maag nya kena, nah pusingnya ternyata karena maag, jadi maag nya harus diobati. Lah, maag nya kenapa sakit? Ternyata karena stress? Kenapa stress, oh ternyata istri si bapak ini ternyata sangat posesif dan cemburuan plus matre lagi. Kalau ini sebabnya ya, sebaiknya jangan ke dokter, tapi ke orang pinter, gitu saja. Salam perkenalan, hmm..

    About these ads
     

Comments

  • Singal 07:58 on 16/09/2010 | # | Balas

    Mungkin supaya para anggota wakil rakyat yang terhormat, dapat lebih nenyak tidur, maka mereka memerlukan 5 staf ahli dan gajinya akan dibayar oleh rakyat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: